Online Itu Strategis, Bukan Eksekusional

July 9, 2009

Jika Anda berencana membuat komunikasi yang salah satu mediumnya adalah internet, libatkan orang yang paham medium tersebut dalam diskusi grand strategy dari awal. Mengapa? Karena (komunikasi) online itu strategis, bukan sekedar eksekusi. Selama ini, masih banyak yang beranggapan bahwa komunikasi di internet ’sederhana dan mudah ditebak’ seperti komunikasi di medium lain. Akibatnya, ketika brief komunikasi turun, biasanya sudah ada bentuk eksekusi/taktik apa yang akan dilakukan di medium tersebut.

Misalnya: TV membuat TVC 30 sec atau sponsorship program. Print ad membuat iklan cetak biasa atau advetorial. Radio membuat adlibs atau spot. Online membuat viral. Pertanyaannya: Bagaimana mungkin kita bisa menyebut kalau ke online eksekusi/taktiknya berupa forum saja,viral saja, atau blog saja, jika kita sendiri tak cukup paham ragam jenis komunikasi yang ada di internet, dinamika, plus minus, serta rambu-rambunya?

Masih mending jika online di strategy tersebut hanya sebagai medium pendukung sehingga ketika pilihan taktiknya salah tidak terlalu mengorbankan banyak hal. Tapi apa jadinya jika online dijadikan medium utama yang kemudian alamat url-nya dikampanyekan secara besar-besaran di medium lain, namun ternyata pilihan taktiknya bukanlah alat yang tepat untuk mencapai objektif?

Sebagai gambaran contoh: Saat ini banyak pemilik dan pengelola brand yang tersihir oleh kemeriahan web 2.0 yang memungkinkan terjadinya komunikasi antar user atau pun antara brand dengan loyalist-nya. Bahasa gampangnya, ada diskusi,lah. Bentuknya bisa forum, community site atau apa pun. Oleh pemilik/pengelola brand –karena dianggap cara yang hot dan pasti asik abis– taktik ini kemudian dijadikan sebagai alat untuk mencapai objektif, misalnya, membuat awareness produk yang baru diluncurkan.

Nama domain dipilih. Campaign dilakukan di mana-mana. Ketika konsumen menge-klik ke url tersebut, bukannya edukasi tentang produk yang diperoleh, melainkan diskusi yang berjalan tanpa kendali, doesnt lead to anything. Kok Bisa? Ya bisa, karena yang dipilih adalah bentuk komunikasi online yang sifatnya sangat cair, dikendalikan konsumen.

Mau isinya seperti apa, ya terserah konsumennya. Jika stratgy komunikasi selalu didasari penemuan atas consumer insight, maka strategy komunikasi online didasari oleh consumer insight dan online user behavior alias online insight. Untuk memahami hal ini, ngga ada cara lain. Libatkan orang yang paham medium tersebut dalam diskusi grand strategy dari awal.

dikutip dari Iin Fahima

Entry Filed under: PR 2.0. Tags: .

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


This blog contributes for PR world and related fields, by exploring the insights, challenges, changes and strategy.

 

July 2009
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Archives

Recent Posts

Categories

Watch videos at Vodpod and other videos from this collection.

Recent Comments

betul bgt tuh heeee on Ibu dan Facebook
afrilwibisono on Strategic Campaign Internal Ev…
wiluyo karyanto on Strategic Campaign Internal Ev…
yugo on Kampanye Public Relations
tony sardjono on Spiral of The Silence & Th…

Blogroll

What is Social Media?