Perubahan Media

Perubahan media saat ini terjadi di mana-mana. Sejak kemunculan internet, media perlahan-lahan merubah bentuknya, strateginya, langkahnya, untuk lebih efektif mempengaruhi masyarakat dengan isi dan cara penyajian yang baru.

Masyarakat informasi, itu istilah yang sangat memegang peranan penting dalam era media baru dan perubahannya. Artinya apa? Artinya adalah setiap orang di seluruh penjuru dunia memiliki akses untuk membuka cakrawala informasi seperti layaknya fungsi wartawan pada era media konvensional. Hal ini terjadi secara perlahan-lahan sampai akhirnya berkembang sangat cepat sehingga mempengaruhi keseimbangan kekuatan di dalam masyarakat.

Internet, yang pada awal kelahirannya tidak terlalu kelihatan kekuatannya, karena akses internet yang memang hanya dimiliki beberapa orang, kini menjadi membumi, karena sekarang setiap orang hampir selalu terhubung dengan internet (seperti apa yang terjadi pada tren alat komunikasi mobile di awal kelahirannya). Inilah yang disebut era digital. Dan ini yang membuat masyarakat juga naik statusnya, hampir sama dengan pembuat berita profesional, karena memiliki kekuasaan untuk memberikan pandangan atas informasi dan peristiwa yang terjadi di masyarakat.

Konvergensi pun terjadi di mana-mana. Semua saling balapan melengkapi dirinya masing-masing dengan fitur-fitur baru era digital. Seperti media massa, telekomunikasi, internet dan software komputer yang muncul dengan berbagai keunggulan. Semua mengkontribusikan dirinya untuk memenuhi fungsinya sebagai fitur komunikasi massa yang bila dimodel-komunikasikan sangat cocok menggunakan pola SMCR oleh Wilbur Schramm.

Terlepas dari historical-nya, bagaimana media massa ada dari masyarakat tradisional, industrial, dan akhirnya menjadi masyarakat informasi, penemuan-penemuan yang mempengaruhi media massa telah banyak mewarnai sepanjang tahap tersebut, misalnya telepon, media cetak, film, media rekaman (seperti CD misalnya), tv satelit dan tv kabel, dan broadcasting.

Nah, komunikasi massa yang diterapkan oleh media massa ini pada dasarnya tidak terlepas dari potensi tipe komunikasi yang dibagi jenisnya menjadi komunikasi intrapersonal, komunikasi interpersonal, komunikasi kelompok, komunikasi kelompok kecil dan komunikasi kelompok besar. Tipe komunikasi ini jika dalam komunikasi massa, bisa dicontohkan dengan munculnya istilah personal assistant, e-mail, multi-user video game, telecourse, dan website/ blog.

Jika kita balik lagi bicara tentang media baru, inti perubahannya sebenarnya ada lima poin, yakni, digitalisasi, interaktif, generasi audiens (masyarakat informasi), komunikasi asynchronous (komunikasi tertunda), audiens yang lebih tersegmentasi, dan pola multimedia. Ketika bicara tentang digitalisasi, semua media konvensional seperti koran, tv, radio sama-sama merubah bentuk mereka menjadi serba digital, seperti misalnya HDTV dan website. Interaksi antara media dengan audiens, produsen dengan customer, audiens dengan audiens, pun menjadi lebih kuat dibanding media konvensional. Masyarakat informasi pun semakin populer statusnya dipakai oleh semua orang yang memiliki berbagai macam kepentingan. Komunikasi tertunda juga kerap menjadi momok yang terjadi di era media baru, karena hasil komunikasi massa bisa dilihat kapan saja, ditindaklanjuti kapan saja, dibuka kapan saja. Audiens yang lebih personal, lebih segmentasi, juga merupakan target media di era media baru. Sementara pola multimedia memang kerap menjadi tool buat media-media dalam menyajikan konten berita, informasi dengan berbagai bentuk menarik, seperti misalnya dalam situs berita, dalam tv internet, dalam web blog-web blog, dalam forum tanya jawab di web, dan lain sebagainya.

Posted by Afril Wibisono

About afrilwibisono

Online and Digital Marketing are passion fieldwork for Afril. Start with career in LG Electronics Indonesia, Afril has gained multi cross experience on communication, public relations, marketing, digital and online marketing. She has worked at Rajakamar International Group , as Marketing Digital and Communication Division Head. Previously, she was Marketing Communication Manager at Rajawali Corpora - Express Group (2012), Corporate Communication Manager for Mensa Group, PR Manager for Restylane Indonesia and Digital Manager for Chicco Indonesia as well (2008 - 2011) . Now, she acts as CMO at 8commerce, a scalable end to end ecommence enabler. In weekend, she acts as official lecturer for marketing communication major in Bina Nusantara University. About her education history, in 2001 she finished her bachelor degree with cum laude status from Communication Universitas Padjadjaran. Then, in June 2010 she finished her master of communication management from Universitas Indonesia.
This entry was posted in PR 2.0. Bookmark the permalink.

4 Responses to Perubahan Media

  1. Fredi Teguh Prayogo says:

    Mau tanya niy……..
    apa yg harus dilakukan oleh seorang PR dalam menghadapi sebuah krisis dalam perusahaan atau organisasi ??
    strategi apa yg harus dilakukan seorang PR dalam pencitraan sebuah perusahaan??

  2. Fredi Teguh Prayogo says:

    Terima kasih bgt atas bantuannya………….🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s