Kampanye Public Relations

Afril Wibisono

“Public relations is planned, persuasive communication designed to influence significant public”.

Public relations merupakan suatu bidang yang memerlukan segi perencanaan yang matang (planned), sama dengan bidang periklanan yang melakukan “komunisuasi”, yaitu gabungan antara melakukan komunikasi dan sekaligus membujuk (persuasive).

Dalam melakukan kampanye atau propaganda (PR campaign and propaganda), selain untuk mengkampanyekan program kerja, aktivitas dan inormasi, tujuan lainnya adalah untuk memperkenalkan, meningkatkan kesadaran atau pengertian dan mencari dukungan public dari sasaran khalayaknya (target audience), dan sekaligus mempengaruhi serta membujuk sasaran khalayak yang terkait dan dituju (significant public), perkembangan berikutnya dikenal dengan stake holder (khalayak sasaran yang terkait).

Definisi umum tentang public relations tersebut kemudian disimpulkan lebih spesifik lagi, yaitu public relations merupakan seni (arts) dan gabungan dari disiplin ilmu manajemen, komunikasi, psikologi, sosial, dan marketing, untuk membentuk agar perusahaan atau lembaga, gagasan atau ide yang ditawarkan, nama dan produknya menjadi disukai dan dapat dipercaya oleh publiknya.

Dalam hubungannya dengan target audience atau stake holder tersebut, dikenal tiga tipe tentang apa yang disukai dan tidak disukai, yaitu sebagai berikut :
a. Those who know you and like you (mengenal dan menyukai Anda).
b. Those who know you and don’t like you (mengenal dan tidak menyukai Anda).
c. Those who neither you nor care you (tidak dikenal maka tidak disukai).

Dari penjelasan di atas, Scott M. Cutlip dan Allen H. Center dalam buku Effective Public Relations, (New Jersey: Prentice Inc. Englewood Cliffs, 1982), mengatakan, “Public relation merupakan fungsi manajemen yang menilai sikap public, mengidentifikasikan kebijaksanaan dan tata cara seseorang atau organisasi demi kepentingan public, serta merencanakan dan melakukan suatu program kegiatan untuk meraih pengertian, pemahaman, dan dukungan dari publiknya”.

Sedangkan tujuannya adalah untuk mempengaruhi publiknya, antara lain sejauh mana mereka mengenal dan mengetahui kegiatan lembaga atau organisasi yang diwakili tersebut tetap pada posisi pertama, dikenal, dan disukai. Sedangkan posisi yang kedua, mengenal dan tidak menyukai itu, maka pihak public relations berupaya melalui proses teknik public relations tertentu untuk dapat mengubah pandangan public menjadi menyukai.

Pada posisi public yang ketiga, membutuhkan perjuangan keras untuk mengubah opini public yang selama ini tidak mengenal dan tidak menyukai melalui suatu teknik kampanye public relations (PR campaign) melalui strategi menarik perhatian (pull strategi) yang mampu mengubahnya, yaitu dari posisi “nothing” menjadi “something”.

Lebih lanjut, silakan tinjau Strategic Campaign Internal Perusahaan.

About afrilwibisono

Online and Digital Marketing are passion fieldwork for Afril. Start with career in LG Electronics Indonesia, Afril has gained multi cross experience on communication, public relations, marketing, digital and online marketing. She has worked at Rajakamar International Group , as Marketing Digital and Communication Division Head. Previously, she was Marketing Communication Manager at Rajawali Corpora - Express Group (2012), Corporate Communication Manager for Mensa Group, PR Manager for Restylane Indonesia and Digital Manager for Chicco Indonesia as well (2008 - 2011) . Now, she acts as CMO at 8commerce, a scalable end to end ecommence enabler. In weekend, she acts as official lecturer for marketing communication major in Bina Nusantara University. About her education history, in 2001 she finished her bachelor degree with cum laude status from Communication Universitas Padjadjaran. Then, in June 2010 she finished her master of communication management from Universitas Indonesia.
This entry was posted in Communication Studies and tagged , , , . Bookmark the permalink.

15 Responses to Kampanye Public Relations

  1. RaiulBaztepo says:

    Hello!
    Very Interesting post! Thank you for such interesting resource!
    PS: Sorry for my bad english, I’v just started to learn this language😉
    See you!
    Your, Raiul Baztepo

  2. PiterKokoniz says:

    Hi !!🙂
    I am Piter Kokoniz. oOnly want to tell, that I’v found your blog very interesting
    And want to ask you: what was the reasson for you to start this blog?
    Sorry for my bad english:)
    Thank you!
    Piter Kokoniz, from Latvia

    • hai Piter,

      The background for this blog is …. I just wanna share my knowledge to the world.. maybe i can make better world, especially in public relations world. I want to share that being good PR is not only about how you look, but also about how you think and act to win the challenge for new shape of media and social networks.

  3. yugo says:

    very helpfull

  4. Rapi surahman says:

    hai bu I’m from indonesia, I just wondering, from what I saw publik relations, most all of them is a women,did a small change for us to get agood carrier in the publik relations world, as a man.
    thank you bu !

  5. hai Rapi,

    sorry for late reply. It’s been tremendous days for me lately. 🙂
    regarding to your question, don’t ever think Public Relations for woman only. hey, PR is challenging job for everybody! if the fact is mostly of it held by woman, maybe man considers PR jobs are not challenging, easy to do, and only all about beauty.
    Well, it’s not. The job represents smart way and thinking and of course how good you LOOK! plus, nowadays, the trend is not talking about the job itself, but how to make beauty combine among PR section with marketing, with brand, with sales and 2.0 new media. So, PR is one of most challenging pr in this centuries. And i think, man is fulfilled of it! 🙂

  6. Chaw says:

    Bu, saya mau bertanya
    saat ini saya sedang mengerjakan tugas akhir saya. saya merupakan mahasiswa program studi ilmu komunikasi dengan konsentrasi studi PR di Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
    saya ingin mengangkat tema mengenai kampanye PR. namun ada beberapa hal yang membuat saya bingung. apakah kampanye PR ini termasuk CSR? atau berdiri sendiri. kemudian teori – teori PR apa saja yang mendukung kampanye PR? terima kasih

    • Dear Christina,

      CSR berbeda dengan kampanye PR. CSR itu kegiatan non profit yang dilakukan perusahaan profit kepada masyarakat sekitar atau tertentu sebagai upaya bakti sosial atau mengganti kerugian-kerugian yang terjadi (terutama yang intangible) dengan melakukan suatu usaha yang berguna bagi masyarakat tersebut untuk jangka panjang (kurun waktu tertentu). CSR itu seperti program yang ada tujuan, measurement, taktik dan lain-lain.

      demikian.

  7. Memy Kadju says:

    Soreh bu Afril wibisono,sangat membantu tulisan ibu.Makasih bu.
    Gbu.

  8. selamat malam bu,bu tolong dibantu kasih referensi mengenai kampanye PR.
    sekarang sya lagi mengerjakan tugas akhir sya,sya mengangkat tema tentang evaluasi kampanye PR. tapi sya msih bingung antara perbedaan kampanye dg propaganda?
    trimakasih,mohon bantuan dan bimbingannya

  9. dewi septiyanti says:

    dear bu afril….
    Thx untuk tulisan yg sangat2 membantu dan meng-inspirasi saya khususnya utk dipraktekkan ditempat saya bekerja ataupun utk tugas kuliah saya…
    bu, ada yg ingin saya tanyakan…. menurut ibu, apa perbedaan pengertian HUMAS dan PUBLIC RELATION sebagai tehnisi komunikasi & PR Campaign…
    Terima kasih atas kesediaan ibu utk meluangkan waktu atas pertanyaan saya…

    Sukses selalu, dan GBU….🙂

  10. Dear Dewi,
    Humas dan Public Relations sama saja, beda bahasa saja. fungsi humas/PR memang beragam. nah strata nya yang bisa dibedakan. Ada yang paling bottom, itu teknisi PR/komunikasi, atau sering disebut staff PR sampai dengan supervisor. Ada yang ditengah, manajemen PR/komunikasi juga. Biasanya levelnya sudah head atau mid manager. Ada juga yang top, yakni posisi manajemen atas, misalnya senior manager, atau direktur. Semakin ke atas posisinya, semakin banyak porsi strategic nya, semakin sedikit porsi teknis dan detilnya.

    PR Campaign ya kampanye PR yang merupakan bagian dari pekerjaan seorang PR. Batasan pekerjaannya biasanya mengurusi semua hal yang perlu dibuat program kampanye baik internal maupun external. Jadi beda ya ..kalo PR Campaign itu pekerjaannya, sementara Teknisi Komunikasi adalah si orangnya, yang mengurus segala hal teknis dengan detil2 yang tinggi. Misalnya teknisi komunikasi bertugas mengupdate website perusahaan setiap hari.

    demikian.

  11. marissa says:

    bu mohon bantuannya aku ada tugas tentang kampanye PR kalo menurut ibu kampanye PR yang tepat untuk meningkatkan brand awareness universitas kita apa yya ?? dan baiknya itu dilakukan lewat media apa bu ..
    trim’s

  12. Rian says:

    Terimakasih untuk Tulisannya Ibu Afri. Kampanye public relations memang amat penting terutama bagi organisasi-organisasi yang baru berkembang atau baru lahir. Saya harap dapat menguasai ilmu ini dengan baik agar lebih berguna untuk organisasi yang sedang saya dan teman-teman rintis saat ini. Apa ada kegiatan semacam seminar tentang hal seperti ini? Mohon infonya! Terimakasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s