Strategic Campaign Internal Event Perusahaan

Afril Wibisono

Gampang-gampang susah menghadirkan antusiasme tinggi audiens internal terhadap sebuah event, apalagi ternyata event itu bertajuk utama propaganda nilai-nilai perusahaan. Menjaga antuasismenya itu, yang harus di-manage supaya bukan perasaan wajib si peserta yang hadir di event tersebut, tapi sukarela 100% plong ingin ikut, malah rada rugi kalo gak ikut. Bagaimana caranya? Itulah tugas Corporate Communication. Fungsinya di perusahaan cukup strategis untuk mengembangkan budaya perusahaan menjadi mulus dilaksanakan oleh seluruh karyawannya. Termasuk melanggengkan event perusahaan untuk stimulus budaya perusahaan.

Kampanye internal perusahaan sebenarnya tidak jauh berbeda dengan kampanye-kampanye model lain, misalnya kampanye politik, kampanye produk, kampanye program dan lain sebagainya. Intinya, jika kampanye itu berhasil, pasti perencanaan kampanye tersebut benar-benar baik, sistematis, dan penuh taktik.

Selama saya bekerja, saat ini di sebuah perusahaan holding kesehatan (baca: Mensa Group), saya banyak mencermati model-model kampanye yang berhasil. Saya juga banyak belajar buku-buku yang membahas soal kampanye strategis ini. Saya juga mengikuti beberapa blog guru besar-guru besar komunikasi dari beberapa negara, dan hasilnya mungkin bisa bermanfaat jika saya share di sini. Karena setelah saya praktekan, ternyata hasilnya lumayan efektif.

a. Corporate Analysis

Di dalam corporate analysis, sebuah langkah pertama sebelum merencananakan strategi kampanye perusahaan, kita harus menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti ‘What can we learn about people in organization?’, ‘what’s company goal?’, ‘what’s company objective?’,‘What’s kinda strategy that makes all people interest?’. Di sini, seorang Corporate Communication yang baik mengerti benar bagaimana segmentasi audiensnya, sifat dan ciri khasnya, apapun yang bisa kita jadikan panduan mendeskripsikan audiens internal kita. Jika kita sudah mengerti, kita tinggal menentukan variable-variabel kontrol kita terhadap apa-apa yang kira-kira yang paling buruk yang terjadi akibat kampanye kita. Hal ini perlu dipertimbangkan supaya konten kampanye tidak kebablasan, misalnya isinya menyinggung budaya audiens yang sudah lama berkembang di perusahaan. Ini termasuk menentukan batasan-batasan konten pesan dan media apa yang kira-kira paling cocok untuk kampanye perusahaan kita ini.

b. Campaign Message

Untuk segmen ini, lumayan panjang pemaparannya. Tapi saya coba menjelaskannya satu per satu. Pertama, dalam campaign message, kita harus ingat Message Plan. Dalam message plan, setelah kita mendapatkan hasil corporate analysis, kita mendefinisikan versi bahasa, jenis perlakuan pesan, format yang harus dipakai, timeline, dan model pesannya seperti apa.

Kedua, Message Limitation. Artinya apa? Artinya, setiap otak manusia yang wajar, memiliki keterbatasan mengingat, terutama mengingat hal yang baru atau halyang bukan menjadi kepentingan atau interest-nya. Keterbatasannya ini sangat terbatas. Jadi, jangan coba-coba berkampanye atau beriklan dengan pesan yang super panjang. Karena toh, yang diingat hanya yang pendek, simpel dan unik.

Yang ketiga, karena ini merupakan sebuah kampanye, yang artinya memerlukan waktu yang agak relatif panjang (bukan 1-2 hari selesai), maka sangat disarankan, kampanye yang dilakukan menggunakan copy platform yang pasti, sehingga mudah dikenali, punya ciri khas dan berbeda. Copy platform ini bisa apa saja. Bisa jadi bentuk, konten pesan, jenis gambar, warna dan lain-lain.

Setelah copy platform, pesan tidak akan berhasil banyak jika tidak ada kreativitas yang berarti selama kampanye. Kreativitas harus selalu ada, karena itu ibarat nyawa-nya kampanye. Kreativitas yang berhasil, adalah kreativitas yang memiliki;

  • Tingkat relasi yang tinggi. Percuma jika terlalu kreatif, tapi si audiens tidak mengerti maksud dari isi pesan yang ingin disampaikan. Ini menandakan tingkat relasinya rendah, karena pesan gak nyambung, alias gak sampe ke audiens.
  • Terkonsep dalam Aida. Apa itu aida? Aida stands for Attention, Interest, Desire and Action. Sebuah pesan yang berhasil pasti melewati proses-proses Aida. Di sini, menurut David Ogilvy (1963) visualisasi dan headline sangat memegang peranan penting dalam iklan, propaganda dan kampanye tentunya. Komunikasi persuasi yang canggih benar-benar dipertarungkan di sini.
  • Competitive Message Environment, maksudnya sebuah pesan unik juga mempertimbangkan faktor lingkungan audiens yang dituju. Ada kata-kata yang langsung menohok, yang langsung memancing perhatian buat audiens yang dituju, sehingga langsung efektif kampanyenya.
  • Menghindari Gestalt Effect. Apa itu Gestalt Effect? Menurut si guru besar Robert E Simmons, efek Gestalt terjadi jika fenomena yang terjadi setelah pesan kampanye dikibarkan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Ini termasuk miss-understanding yang seringkali menjadi mengganggu kampanye itu sendiri. Seharusnya konotasinya seperti ini, kok jadi konotasinya seperti itu.

Setelah kreativitas, ada yang harus diperhatikan yaitu bagaimana si pesan harus bisa melintasi batasan pikiran audiens (getting message across). Ada tiga menurut Mr. Simmons, yakni

  • Unique selling proposition (USP), misalnya slogan headline harus unik, menarik.
  • High Arousal Cue Words, presenting magic words, seperti Big Sale, Free, Save 50%, etc.
  • Visualization factors, lebih kepada hal-hal teknis seperti physical lay out, size, color, font, image, using appropriate languages, simplicity, dramatic pictures, etc. kontinuitas juga termasuk dalam manajemen visualisasi kampanye.

c. Emotion and The Persuasive Power of Ads. Kampanye yang sukses adalah yang berhasil melibatkan emosi si audiens. Dan emosi ini dimunculkan dari kekuatan persuasive iklan yang kuat, yang tidak hanya menarik perhatian, tapi mampu membujuk si audiens untuk mau berpartisipasi.

d. Emotion and The Motivational Power of Ads. Setelah mampu membujuk, maka kekuatan kampanye akan benar-benar berhasil jika mampu menggerakkan audiens untuk bertindak benar-benar sesuai dengan tujuan kampanye.

e. Reach and Frequency. Reach is about media. Media apa yang paling cocok untuk kampanye internal perusahaan? Media apa yang paling dekat mempengaruhi audiens? Media apa yang paling efektif meningkatkan antusiasme seluruh elemen yang diundang? Sementara frequency adalah keseringan iklan atau propaganda yang paling efektif dikampanyekan kepada audiens. Ini berkaitan dengan timeline, dan tujuan efektifitas dari pesan kampanye yang dimaksud.

Saat ini, saya sedang aktif dalam kampanye internal event perusahaan tempat saya bekerja, atau lebih dikenal dengan Mensa Value Day 2009. Seperti event-event sebelumnya, sebuah strategi kampanye yang jitu harus dipersiapkan dalam event ini. Seperti Anda, yang tertarik dalam peran Corporate Communications.

Posted by Afril Wibisono

About afrilwibisono

Online and Digital Marketing are passion fieldwork for Afril. Start with career in LG Electronics Indonesia, Afril has gained multi cross experience on communication, public relations, marketing, digital and online marketing. She has worked at Rajakamar International Group , as Marketing Digital and Communication Division Head. Previously, she was Marketing Communication Manager at Rajawali Corpora - Express Group (2012), Corporate Communication Manager for Mensa Group, PR Manager for Restylane Indonesia and Digital Manager for Chicco Indonesia as well (2008 - 2011) . Now, she acts as CMO at 8commerce, a scalable end to end ecommence enabler. In weekend, she acts as official lecturer for marketing communication major in Bina Nusantara University. About her education history, in 2001 she finished her bachelor degree with cum laude status from Communication Universitas Padjadjaran. Then, in June 2010 she finished her master of communication management from Universitas Indonesia.
This entry was posted in PR 2.0 and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

9 Responses to Strategic Campaign Internal Event Perusahaan

  1. wiluyo karyanto says:

    Tks..artikelnya..

    saat ini sy sedang menyusun proposal untuk kampanye budaya perusahaan pada tahun 2010 ditempat sy berkerja. Artikel diatas cukup memberi sy wawasan, namun sy butuh bentuk konkrit kampanye budaya perusahaan, mohon dishare program kampanye budaya yang efektif

  2. To: Bp Wiluyo

    Thank you for respond pak🙂
    Menjawab pertanyaan Anda, konkrit nya cukup detail pak, tapi saya berikan gambaran besarnya saja disini.

    Dalam mengimplementasikannya, bapak bikin konsep nya dalam proposal yang jelas. Dengan proposal yang jelas, Bapak bisa menentukan taktik dan langkah yang tepat terutama karena ini program yang berkesinambungan, terus menerus dan jangka panjang. Dalam proposal ini bapak juga mendetail apa-apa yang paling penting dilakukan, batasan-batasan dan aturan-aturan, sehingga kampanye tetap bernafas sejalan dari awal sampai akhir. Berikut implementasinya:

    1. Apa nama judul kampanyenya? Pilih yang eye catching ya ..
    2. Tentukan batasan kampanyenya, detail ya ..
    3. Jenis kampanye, ini seringkali perlu, agar kita bisa mengklasifikasikan kegiatan ini siapa- siapa saja yang bertanggung jawab.Apakah kampanye ini bagian dari PR only, marketing communication atau integrated communication.
    4. Analisis situasi, untuk memberikan gambaran sehingga bisa mengukur keefektifan strategi kampanye, yang berdasarkan dari penelitian sebelumnya
    5. Rekomendasi, biasanya berisi tujuan, objektif, strategi dan taktik.
    6. Jadwal – schedule, berisi rundown persiapan dan eksekusi aneka taktik untuk diimplementasikan sesuai waktu yang dianggap tepat.
    7. Budget, termasuk budget SDM, waktu, peralatan, dsb.
    8. Rencana Evaluasi, berisi metode apa yang akan dipakai untuk mengukur keefektifan kampanye.
    9. Pertimbangan Pemilihan Konsultan (jika perlu), hanya dilakukan ketika memakai konsultan, dan melakukan pitching.

    Sebenernya, strategi kampanye budaya perusahaan yang keren adalah,
    1.Menunjukan pada dunia, kenapa Anda tidak melakukan taktik itu malah taktik ini, kenapa untuk publik itu, bukan untuk publik ini, dst .. (alasannya sangat logis)
    2. Memberi tahu bahwa setiap elemen communication tactics yang Anda siapkan saling berkolaborasi maksimal untuk keefektifan kampanye Anda.
    3. Jangan lupa, repetisi mempengaruhi BRAND AWARENESS
    Yang penting, adalah satu, frekuensi pesan dan dua, jangkauan pesan. Disini letak kelihaian seorang PR Manager. Dia bisa meramu kapan pesannya harus direpetisi, kapan tidak perlu, kapan menggunakan beberapa media, kapan pesan harus diganti mengikuti pola strategi, kapan dipakai di satu lokasi, kapan dipakai di beberapa lokasi dan lain sebagainya.

    begitu saja pak, kalau ada pertanyaan lagi, monggo ..🙂

    Afril Wibisono

  3. Synthesa says:

    Selamat Pagi Pak Afril,
    Terimaksih sebelumnya untuk artikel yang menarik,
    Seperti bapak Wiluyo, saya juga sedang mempersiapkan tentang strategi strategi (activity plan) untuk perusahaan tempat saya bekerja yang akan meng campaign kan (secara internal) mengenai perubahan perubahan yang sifatnya mendasar (visi, misi, core values)..Mengenai gambaran awal tentang dasar campaign saya bisa dapatkan dari artikel bapak diatas..

    Nah sekarang saya ingin mendapatkan referensi dari bapak mengenai activity plan apa dan bagaimana yang lazim/dapat digunakan dalam proses campaign ini (eg : Training camp untuk manager, lomba menulis tentang core values). Perusahaan saya bergerak di bidang manufaktur.

    Maaf kalau kepanjangan.
    terima kasih

    • Synthesa says:

      eh maaf saya baru sadar kalau Afril is a She…Sorry before..

      • oke pak, (maaf bapak lupa mencantumkan nama ya?🙂 )

        Corporate analysis selalu menjadi stage awal kita sebelum menentukan strategi plan kampanye kita maupun aktivitas/taktiknya. Stage awal ini, seperti yang telah dijelaskan di atas adalah untuk menggambarkan seperti apa sih bentuk dan struktur organisasi kita, orang-orang kita, iklimnya, budaya yang ingin dicapainya, goal perusahaannya dan lain-lain.

        Menurut Gerbner (2004) di buku nya Organization Communication, organisasi yang ber-manufaktur atau perusahaan yang memiliki orang2 yang bekerja di pabrik, cenderung berlaku sistem otoritas komunikasi terarah dan terorganisir baik dari atas ke bawah, maupun bawah ke atas. Keseragaman menjadi ciri komunikasi organisasi ber-manufaktur. Ada minus plusnya komunikasi organisasi model ini, tapi yang jelas peluang untuk kekompakan dan kebersamaan di organisasi manufaktur lebih tinggi dibanding perusahaan yang orang-orangnya dengan spesifikasi kerja beraneka ragam dan ditempatkan di gedung perkantoran misalnya.
        Ini berarti, kita mendapat peluang untuk mengembangkan aktivitas yang mewadahi kebersamaan itu lebih terjaga. Benar jika bapak berpikir bahwa merencanakan training camp akan memfasilitasi kampanye internal perusahaan. Tinggal diselipkan semua hal yang berkaitan dengan visi misi values dalam kegiatan tersebut. Dan gunakan media yang paling efektif dalam melancarkan serangan kampanye bapak. Misalnya, memasang poster values di sekitar ruang absensi dengan campaign message provokatif.

        Tetapi paling utama, bapak jangan lupa untuk merangkaikan aktivitas itu dengan aktivitas lain yang menggolkan strategi kampanye bapak. Strategi kampanye apalagi berkaitan dengan visi misi values perusahaan yang pasti sustainable, sebaiknya dibagi menjadi strategi jangka panjang dan jangka pendek. Dan pastikan adakan kegiatan pengukuran untuk menilai keberhasilan kegagalan kampanye bapak, mungkin dengan survey atau focus group discussion.

        Selamat berkampanye.🙂

        Afril Wibisono

  4. Abdul Azis says:

    Salam dahsyat ibu afril,

    Saat ini saya bekerja sebagai media officer CSR di sebuah perusahaan telekomunikasi. Jujur saja, ditariknya saya ke perusahaan tersebut karena latar belakang saya sebagai jurnalis. Namun saat ini ada hal yang membuat saya galau, yaitu menyusun sebuah strategi komunikasi CSR yang efektif.

    Akan menjadi hal tak terlupakan jika ibu afril berkenan memberikan masukan dalam menyusun strategi komunikasi bidang CSR yang efektif.

    Terima Kasih,

    Abdul Azis

    • Dear Pak Abdul Azis

      Pertanyaan anda terus terang agak sulit jika dijawab dalam media blog. Ini seharusnya dirangkum dalam sebuah forum, atau diskusi langsung sehingga saya mengerti benar secara detil apa yang harus dituju, diharapkan dan keadaan situasinya sekarang apa. Review, survey dan fakta-fakta lapangan lain yang menyangkut perusahaan juga harus saya ketahui secara detil. Seperti itu pak. Intinya sebuah strategi CSR tidak melenceng dari visi mis perusahaan itu sendiri, malah justru mendukung visi misi tersebut. Saran saya, lebih banyak involve dengan manajemen tentang sebenarnya apa yang menjadi goal, dan banyak melakukan brainstorming dengan team Anda sebenarnya apa yang menjadi kekuatan perusahaan Anda yang bisa dikomunikasikan terbaik untuk program CSR Anda. Jadi bukan sembarang CSR, tapi CSR yang pas untuk perusahaan Anda, shingga dapat menjadi sesuatu yang bisa dijual di consumen Anda.

      Demikian.

  5. Irin says:

    Mba Afril saya tertarik sekali dengan bidang PR. Saya saat ini sedang kuliah di Universitas Indonesia jurusan PR juga. Saya mau tanya mba, enakan di Corporate PR atau Marketing PR? Gimana ya mba cara menjadi PR yang baik? thanks before mba.🙂

  6. apa lagi jika kampanye itu memiliki GOST yang jelas..
    Goas, Objective, Strategy dan juga Tactic
    sehingga kita dapat menentukan tema campaign yang baik dan dapat menentukan arah campaign tersebut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s