Internal Communication Tool Apalagi yang Saya Pakai?

Afril Wibisono

Tahun lalu, di tempat saya bekerja, saya banyak diberikan porsi pekerjaan dengan fokus internal communication program. Tujuannya standar. Agar komunikasi antar perusahaan (kebetulan saya berada di posisi holding) selaras dan bekerja dua arah timbal balik antara top management dengan karyawan sehingga visi perusahaan tercapai. Standar tapi sempat membuat pusing. Saya ingin sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang bukan lagi menggunakan newsletter, email atau intranet. Sesuatu yang berkreasi tinggi.

Berbagai ide pun melayang. Mulai dari bentuk yang berbeda, atau bentuk yang sama tapi konsep yang berbeda.  Tujuan saya persempit. Saya ingin mempersonalkan CEO lebih dekat lagi dengan karyawannya.  Saya ingin merepositioning personal branding CEO lebih ramah dan popular. Jika ini bisa terjadi harapannya efek persuasi untuk sama-sama memajukan perusahaan lebih mudah disampaikan dan diikuti oleh semua karyawan.

Walaupun tidak semua program saya disetujui, saya ingin berbagi kumpulan ide-ide kreatif internal communication tool yang bisa jadi pertimbangan ‘breakthrough’ Anda agar tidak melulu itu-itu saja.

Saya mau ada pernyataan-pernyataan CEO yang dipersonalkan dalam bahasanya sendiri, yang menggambarkan perasaannya, harapannya sekaligus keinginannya secara pribadi, bisa direncanakan bisa spontan (jika kebetulan ada kejadian mendadak yang harus ditindaklanjuti) kepada seluruh karyawannya.  Saya ingin CEO terlibat langsung dalam kegiatan karyawan yang tidak disangka-sangka sehingga karyawan bisa lebih berapresiasi pada CEO-nya. Saya juga ingin ada kejutan-kejutan kecil yang bertema penghargaan pada karyawan di waktu yang tidak terduga.

Saya tidak melupakan dunia penyiaran. Tentu saja semua program CEO saya ini harus disiarkan. Dan saya ingin bentuk publikasi yang berbeda. Paling tidak, jika packaging tidak banyak berubah, konsep dan konten pesan harus berubah.  Saya ingin memancing perhatian. Dan menanamkan perhatian.

Saya harus membuat berbagai bentuk poster. Poster pun saya tempatkan di tempat-tempat yang strategis. Seperti di dalam lift, pintu masuk kantor, dan ruang meeting.  Saya akan menggunakan bahasa provokatif. Saya juga akan menggunakan kata sapa pertama, yakni ‘Saya’ dan ‘Anda’. Tujuannya satu. Supaya lebih mengena, mengajak dan mempengaruhi.  Saya mau menggunakan media email blast untuk bentuk penyiaran  lain, dengan nama CEO Channel. CEO Channel selalu hadir dengan karikatur CEO yang ramah, tersenyum, dan low profile.  Gaya bahasanya pun ringan, mengajak dan mengayomi. CEO Channel akan hadir setiap ada gundah gulana sang CEO yang melanda, atau bisa juga pikiran-pikiran  CEO yang ingin disampaikan kepada setiap karyawannya.  Dan ini termasuk dengan liputan soal kegiatan CEO yang tidak disangka-sangka hadir dalam kegiatan karyawan.  Hal ini agar image kebersamaan CEO dengan karyawan bisa diangkat.

Selain itu, saya akan banyak bermain di TV LCD yang rencananya akan ditempatkan di lobby lift. Saya akan gunakan waktu 45 detik saya untuk menyiarkan saat CEO datang memberikan mug apresiasi berjudul “Thanks God You’re Here!” kepada setiap karyawan yang dianggap berjasa memberikan kontribusi terbaik untuk perusahaan.  Di siaran TV itu, saya akan memberikan seklumit informasi tentang karyawan yang dimaksud, mengenai alasan kenapa dia menerima mug apresiasi.  Tujuannya sih, agar hal ini dapat memunculkan sikap belonging perusahaan yang lebih tinggi dan memacu yang lain bekerja lebih baik lagi.

Untuk menguatkan visi misi dan nilai perusahaan di benak setiap karyawan, saya juga akan banyak melakukan kegiatan internal untuk karyawan. Bentuknya bukan sekedar gathering, tapi gathering yang melibatkan seluruh karyawan dengan konten acara menguatkan visi perusahaan. Saya juga akan banyak menggunakan informal momentum event.  Seperti pada saat valentine day, saya akan memberikan bunga  atau coklat ke karyawan. Atau saat tidak ada apa-apa yang harus dirayakan, di meja karyawan pagi-pagi sekali saya akan menaruh mug warna warni dengan kata sapa, “Hi Gorgeous!” beserta lambang-lambang visi dan values perusahaan.

Lagi-lagi untuk menggalang rasa memiliki kepada perusahaan, saya juga akan membuat buku tentang perusahaan di waktu dulu dan sekarang dari perspektif CEO dan top management lainnya.  Ada cerita-cerita lain tentang perusahaan yang sebelumnya tidak dipublikasikan menjadi ditulis dengan gaya bahasa yang personal. Ada pengalaman yang menghenyakkan, sekaligus selipan cerita lucu dibaliknya. Akhir tahun saat bukunya sudah jadi, saya akan bagikan buku tersebut di setiap divisi dan akan dibagi untuk setiap karyawan baru masuk level supervisor keatas .

Kira-kira itu saja. Bagaimana, ada masukan untuk ide breakthrough lain?🙂

Posted by Afril Wibisono

About afrilwibisono

Online and Digital Marketing are passion fieldwork for Afril. Start with career in LG Electronics Indonesia, Afril has gained multi cross experience on communication, public relations, marketing, digital and online marketing. She has worked at Rajakamar International Group , as Marketing Digital and Communication Division Head. Previously, she was Marketing Communication Manager at Rajawali Corpora - Express Group (2012), Corporate Communication Manager for Mensa Group, PR Manager for Restylane Indonesia and Digital Manager for Chicco Indonesia as well (2008 - 2011) . Now, she acts as CMO at 8commerce, a scalable end to end ecommence enabler. In weekend, she acts as official lecturer for marketing communication major in Bina Nusantara University. About her education history, in 2001 she finished her bachelor degree with cum laude status from Communication Universitas Padjadjaran. Then, in June 2010 she finished her master of communication management from Universitas Indonesia.
This entry was posted in Communication Studies, Mensa Group and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

8 Responses to Internal Communication Tool Apalagi yang Saya Pakai?

  1. evaboeloe says:

    bagus mba..kreatif sekali..terkadang hal2 sederhana luput dari fikiran kita ya mba..

    salam kenal loh🙂

  2. manguns says:

    Usulin ke big boss, kalo lagi santai, daripada maen golf terus, sekali-sekali muterin seluruh lantai/ruang, menyapa karyawan terutama yang paling rendah dan tidak strategis. Murah meriah

  3. usul yang bagus … thanks pak Manguns🙂

  4. Joseph Aji says:

    Saya cukup awam di bidang komunikasi, tapi area ini masih menjadi hasrat saya untuk ditekuni hingga kini. Jadi, semoga ide saya tidak terlalu sumbang untuk dibagikan bersama.
    CEO is almost a god-like, if you cannot put it celebrity-like. Persona mereka -di mata sebagian besar pegawai- bagai Lady GAGA: some hate her, some are dead-fan. Jika tujuan internal communication dalam kasus ini adalah untuk mencoba menipiskan populasi yang disebut pertama, maka upaya yang perlu diberdayakan adalah -meminjam istilah Bapak Harmoko- “men-CEO-kan pegawai dan mem-pegawaikan CEO.”
    Salah satu CEO di tempat kami bekerja senang menghapal nama -siapa pun mereka, dan gemar mengirimkan SMS ucapan ulang tahun kepada personilnya. Saya bayangkan, betapa banyak reminder yang dia simpan dalam perangkat telepon genggamnya.😀 Namun, ide ini menarik bagi saya sebab beberapa pegawai yang telah keluar dari perusahaan ini, masih terus mengingat bagaimana mereka terbangun di tengah malam karena telepon mereka berbunyi untuk mendapati SMS dari Bapak CEO mengucapkan Selamat Ulang Tahun lebih awal dari istri atau suami mereka. Fascinated and yet, intriguing!
    The idea is this: if Gaga recognizes you and put her autograph on your T-shirt, you may put it in Youtube, mainly because: (a) You are proud the Lady-who-wears-meat-shirt laid her hand on your Shirt than someone else’s; and (b) You are no other than Shinta & Jojo themself: make it popular by uploading it on Youtube!
    Jadi, ide Mbak Afril mengenai LCD di lobby dan depan lift serta pemberian mug/cangkir bisa dikombinasikan dengan kemasan reality-tv. Imagine this: seorang pegawai sedang merayakan ulang tahunnya dan saat dia tengah meniup lilin di atas cherry pemberian rekan-rekan sejawatnya, sebuah hadiah berupa T-Shirt berwarna oranye polos diberikan atasannya dengan tulisan di bagian depan, “If you think the CEO does not know her name, you were wrong!” Sementara di bagian belakang ada tulisan dicetak besar-besar, “HER name is Afril Wibisono.” Dan, sebuah DVD portable di dekat mereka menayangkan sebuah video dari CEO; mengucapkan beberapa kalimat sederhana yang intinya berterima kasih atas prestasinya selama ini dan ditutup dengan, “Thanks GOD you are HERE!”
    Semua ini dikemas dalam sebuah viral-video yang disaksikan oleh semua orang melalui LCD TV tadi. Tentu saja, ini sebuah video yang disunting lebih dulu, dan pegawai yang beruntung mendapat perlakuan spesial adalah mereka yang berprestasi. And when people see this, they might think that this is a fake video, but actually it is not. It is what it is.

    Boy, I guess I want to be treated that way..🙂

    Sekedar ide.. Salam: J.A

  5. Cool pak Joseph🙂 really inspire me🙂
    Thank you

  6. adjiwaluyo says:

    Membumi…….bila atasan membumi pasti bawahannya segan:)

  7. ana says:

    kreatif mbak..dan menginspirasi tulisannya

    mbak afril, boleh dunk lain kali memperlihatkancntoh poster-poster untuk mengkampanyekan suatu kegiatan

    Salam kenal,
    ana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s