Start-up Engineer, Pekerjaan Terseksi Abad ini

afril 3 - CopyPernah mikir flash back tidak, kalau dulu kita tidak ada Google. Sekarang, setelah ada, dunia berasa lebih baik . Lintas pengetahuan  pun menjadi lebih cepat, mudah diakses, kapan saja, di mana saja.

Pernah membayangkan, jika dulu itu tidak ada yang namanya FB dan Twitter. Dulu, untuk memperluas pertemanan, kita mesti datang ketemu dengan si teman di suatu tempat, atau paling tidak ada hubungan yang tetap kita jalin, seperti korespondensi surat, menggunakan telepon, atau langsung bertemu.  Sekarang, gampang, tinggal approve si teman baru yang kebetulan sudah ada di jaringan pertemanan kita.

Dan ingat loh, dulu belum ada Linkedin. Sekarang setelah ada, dunia karir/pekerjaan menjadi lebih kompetitif.  Saya jadi ingat. Dulu kalau  kita ingin mencari pekerjaan baru, kita langsung mencari Kompas Sabtu atau Minggu.  Sekarang mungkin masih perlu, tapi saya yakin tidak seperlu dulu.

Tiga contoh diatas, tidak termasuk start-up engine yang lain, seperti Kaskus, Trip Advisor, Wego, Instagram, Skype, Youtube, Blogger/Wordpress, Alibaba dan lain-lain, termasuk ratusan games baru yang tumbuh setiap hari.

Semua sepertinya berlomba menyenangkan kita. Membuat kita terlena, membutuhkan mereka, memanfaatkan kebaikan mereka. Yang genuine, tanpa maksud apa-apa. Yang independen, tanpa terpengaruh siapapun.  Si start-up project pun menjadi digemari, dishare cuma-cuma, diperbincangkan, dan pertumbuhan membernya pun bertambah makin signifikan dari hari ke hari. Semakin terbukti traffic-nya semakin tinggi dari ke hari-hari, mulailah si project dikomersilkan. Semua selalu larinya begitu.🙂

Tidak Ada yang Free

Semua yang diciptakan manusia pada dasarnya tidak ada yang free. Gak seperti si Maha Pencipta ya.🙂 Pasti ada batasan di mana si empunya start-up akan mengkomersilkan projectnya membawa keuntungan.  Hanya pintar-pintarnya si pencipta start-up yang membuat customer-nya tergantung terus-terusan, ga bisa melepaskan diri. Seperti Linkedin, yang menurut saya adalah start-up paling seksi sekarang ini.  Dari situs ini, kita seperti mendapat channel gratis untuk meningkatkan nilai jual kita sebagai profesional.  Begitu juga dengan dunia karir yang sebelumnya tidak terlalu terbuka seperti sekarang. Semua menjadi transparan.

Lalu apa bedanya dengan model bisnis yang sebelumnya? Tidak seperti bisnis konvensional, yang kebanyakan mengedepankan keuntungan komersil di awal, di bisnis start-up ini tujuan awal dan utama-nya adalah menyenangkan customer-nya, dan membantu mereka. Bantuannya bisa apa saja. Contoh si Linkedin tadi. Bantuannya, meningkatkan karir si profesional sekaligus memudahkan perusahaan mencari kandidat yang diinginkan. Ketika jutaan profesional merasa perlu terkoneksi dengan Linkedin, dan membuatnya tidak mau lepas dengan Linkedin, maka Linkedin sudah bisa dikatakan berhasil mencapai tujuan awalnya.  Baru tujuan berikutnya, Linkedin bisa memfokuskan sisi komersilnya.

Hal yang sama terjadi pada Google. Banyak perusahaan dengan brand merk tertentu yang menghabiskan milyaran rupiah per bulan untuk beriklan di Google.  SEM (Search Engine Marketing) dan GDN (Google Display Network) adalah tools Google untuk menjaring keuntungan dari customernya sehingga brand si customer selalu terlihat ketika orang-orang mencari yang relevansi dengan brand tersebut di Google.  Semua pake bayar ke Google, baik  itu dari impression (visibility) maupun dari CPC (cost per click).

Lalu kira-kira darimana sih start up ini berasal? Saya kira, ide start-up ini sebenernya pasti berawal dari kebutuhan akan adanya solusi atas permasalahan yang berkembang saat itu. Kebutuhan untuk menciptakan dunia yang lebih mudah.🙂

Akhirnya, sampailah kita pada kesimpulan. Tidak ada yang free. Ujung-ujungnya ya itu lagi. Terlepas dari itu, saya kira, tetap ya tidak ada yang lebih seksi daripada mereka yang berpikir pertama bahwa dunia perlu start-up seperti FB, Twitter, Google, Linkedin atau Youtube. Lalu mereka pun menciptakannya.🙂

Biar afdol, mari kita lihat video inspirasi berikut.

Jadi kira-kira, mulai berpikir start-up apa yang perlu Anda ciptakan untuk dunia yang lebih baik?

salam dari si start-up engineer berikutnya (aminn),

Afril Wibisono

About afrilwibisono

Online and Digital Marketing are passion fieldwork for Afril. Start with career in LG Electronics Indonesia, Afril has gained multi cross experience on communication, public relations, marketing, digital and online marketing. She has worked at Rajakamar International Group , as Marketing Digital and Communication Division Head. Previously, she was Marketing Communication Manager at Rajawali Corpora - Express Group (2012), Corporate Communication Manager for Mensa Group, PR Manager for Restylane Indonesia and Digital Manager for Chicco Indonesia as well (2008 - 2011) . Now, she acts as CMO at 8commerce, a scalable end to end ecommence enabler. In weekend, she acts as official lecturer for marketing communication major in Bina Nusantara University. About her education history, in 2001 she finished her bachelor degree with cum laude status from Communication Universitas Padjadjaran. Then, in June 2010 she finished her master of communication management from Universitas Indonesia.
This entry was posted in Communication Studies, PR 2.0 and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s